KTI Kebidanan : “HUBUNGAN ANTARA PARITAS DENGAN KEJADIAN PERDARAHAN POSTPARTUM PRIMER DI KAMAR BERSALIN RSUD GAMBIRAN KOTA KEDIRI PERIODE 1 JANUARI – 31 DESEMBER 2007″

Masa  nifas  (puerperium)  adalah  periode  waktu  atau  masa  dimana organ-organ  reproduksi  kembali  ke  keadaan  tidak  hamil.  (Farrer,  Helen.1999 : 225). Periode ini kadang-kadang disebut puerperium atau trimester empat kehamilan. Perubahan fisiologis yang terjadi sangat jelas, walaupun dianggap normal, dimana proses-proses dalam kehamilan berjalan terbalik. (Jensen, Bobak, Lawdermilk. 2004 : 492). Ketika memasuki masa nifas, atau lebih tepatnya setelah lahirnya plasenta, dapat terjadi gangguan atau kelainan patologis dalam bentuk perdarahan postpartum.(Manuaba, Ida Bagus Gede. 1998 :295)

Perdarahan postpartum    merupakan    penyebab    utama    morbiditas maternal. (Jensen, Bobak, Lawdermilk. 2004 : 663). Di berbagai negara, paling sedikit seperempat dari seluruh kematian ibu disebabkan oleh perdarahan. Proporsinya berkisar antara kurang dari 10 % sampai hampir 60%. Kematian maternal di Indonesia termasuk yang tertinggi di Asia Tenggara. Continue Reading…

KTI Kebidanan : “HUBUNGAN TINGKAT EKONOMI DENGAN MINAT IBU DALAM PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA BAYI USIA 0 – 6 BULAN DI DESA MENANG WILAYAH KERJA PUSKESMAS PAGU KABUPATEN KEDIRI”

Masa menyusui merupakan masa yang sangat membahagiakan bagi ibu dan bayi. Ketika bayi menghisap ASI melalui puting susu, rasa kehangatan dan kasih sayang ibu akan tercurah pada sibuah hati (Diah, 2000). ASI mengandung banyak faktor non nutrisi yang membantu melindungi dan merawat bayi selama bulan-bulan pertama kehidupan (Moody, 2006). Pemberian ASI berarti memberi zat-zat gizi yang bernilai tinggi yang dibutuhkan untuk   pertumbuhan  dan perkembangan syaraf  dan otak, memberikan  zat  –  zat  kekebalan  terhadap  penyakit  dan  ikatan  emosional antara ibu dan bayinya (www.ghozansehat, 2007).

Seorang ibu dikodratkan untuk dapat memberikan air susunya kepada bayi yang telah dilahirkannya, dimana kodrat ini merupakan suatu tugas yang mulia bagi ibu itu sendiri demi keselamatan dari bayi dikemudian hari (Manuaba,   1998). Sejak   seorang   wanita   memasuki   kehidupan   keluarga, padanya harus sudah tertanam suatu keyakinan : ”Saya harus menyusui bayi saya, karena menyusui adalah realisasi dari tugas yang wajar dan mulia dari seorang ibu “. Sayang sekali keyakinan diatas, khususnya di kota-kota besar, terlihat adanya tendensi penurunan pemberian ASI, yang dikhawatirkan akan meluas ke pedesaan (Soetjiningsih, 1997). Continue Reading…

KTI Kebidanan : “GAMBARAN PENGETAHUAN WANITA PEKERJA SEKS KOMERSIAL TENTANG PEMERIKSAAN PAP SMEAR DI EKS LOKALISASI KELURAHAN SEMAMPIR KOTA KEDIRI”

Jumlah terbesar wanita yang diperdagangkan di seluruh dunia berasal dari Asia. Perkiraannya berkisar dari 250.000 – 400.000 (30 %) dari angka perkiraan global. (http://www.Unicef.org/Indonesia/id/factsheet-CSEC Trafficking-indonesia-bahasa-indonesia.pdf:2008).

Menurut Departemen Kesehatan RI, sebanyak 129.000 perempuan Indonesia merupakan pekerja seks komersial dibawah umur 18 tahun. Sementara data Badan Pusat Statistik menyebutkan 34,2 % perempuan Indonesia kawin muda dibawah 18 tahun. Berdasarkan kenyataan ini, kementrian urusan peranan wanita T.B Rachmat Santika menyimpulkan kawin muda yang banyak terjadi di Jawa Timur merupakan pemicu meningkatnya perdagangan perempuan (http://iwansains.wordpress.com:2007). Continue Reading…

KTI Kebidanan : “KARAKTERISTIK IBU HAMIL DENGAN PRE EKLAMPSIA – EKLAMPSIA DI RSUD GAMBIRAN KOTA KEDIRI PERIODE 1 JANUARI–31 DESEMBER 2007″

Pada umumnya kehamilan berkembang dengan  normal dan menghasilkan kelahiran bayi cukup bulan melalui jalan lahir namun kadang- kadang   tidak   sesuai dengan apa  yang diharapkan. Sulit diketahui sebelumnya bahwa kehamilan akan menjadi masalah. Setiap wanita hamil bisa saja menghadapi resiko komplikasi yang bisa mengancam jiwanya. (Sarwono, P, 2002: 89).

Frekuensi terjadinya pre eklampsia di Indonesia dilaporkan sekitar 3–10%, dimana frekuensi untuk tiap negara berbeda-beda, karena banyaknya faktor yang mempengaruhinya; primigravida, keadaan sosial ekonomi dan perbedaan dalam menentukan kriteria dalam penentuan diagnosis. Pada primigravida frekuensi pre eklampsia lebih tinggi bila dibandingkan dengan multigravida, terutama primigravida muda (Sarwono, P, 2002: 287). Continue Reading…

KTI Kebidanan : “HUBUNGAN MOTIVASI INTRINSIK DAN EKSTRINSIK TERHADAP KEADAAN PSIKOLOGI IBU MENOPAUSE DI DESA WONOSARI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PAGU KABUPATEN KEDIRI”

Menopause    merupakan    suatu    tahap    dimana    wanita    tidak    lagi mendapatkan siklus menstruasi yang menunjukkan berakhirnya kemampuan wanita  untuk  bereproduksi.  Ketika  menopause  siklus  yang  tidak  menentu dapat terjadi sewaktu-waktu dan bukan hal yang aneh jika menstruasi tidak datang selama beberapa bulan (Zainuddin Kuntjoro, 2007).

Di Indonesia jumlah wanita yang telah mengalami menopause telah mencapai 30 juta orang, sementara di Jawa Timur mencapai 5 juta orang yang berarti merupakan angka yang cukup tinggi (Jatim, 2005).

Secara  normal  wanita  akan  mengalami  menopause  antara  40  tahun sampai 50 tahun (Zainuddin Kuntjoro, 2007). Umur waktu terjadinya menopause dipengaruhi oleh keturunan, kesehatan umum, dan pola kehidupan. Ada kecenderungan dewasa ini untuk terjadinya menopause pada umur yang lebih tua (Prawirohardjo, 1999 : 130). Continue Reading…

Page 1 of 212