Menopause merupakan suatu tahap dimana wanita tidak lagi mendapatkan siklus menstruasi yang menunjukkan berakhirnya kemampuan wanita untuk bereproduksi. Ketika menopause siklus yang tidak menentu dapat terjadi sewaktu-waktu dan bukan hal yang aneh jika menstruasi tidak datang selama beberapa bulan (Zainuddin Kuntjoro, 2007).
Di Indonesia jumlah wanita yang telah mengalami menopause telah mencapai 30 juta orang, sementara di Jawa Timur mencapai 5 juta orang yang berarti merupakan angka yang cukup tinggi (Jatim, 2005).
Secara normal wanita akan mengalami menopause antara 40 tahun sampai 50 tahun (Zainuddin Kuntjoro, 2007). Umur waktu terjadinya menopause dipengaruhi oleh keturunan, kesehatan umum, dan pola kehidupan. Ada kecenderungan dewasa ini untuk terjadinya menopause pada umur yang lebih tua (Prawirohardjo, 1999 : 130).
Seorang wanita yang mencapai umur sekitar 45 tahun mengalami penuaan indung telur, sehingga tidak sanggup memenuhi hormon esterogen. Sitem hormonal seluruh tubuh mengalami kemunduran dalam mengeluarkan hormon. Perubahan pengeluaran hormon menyebabkan berbagai perubahan pada fisik dan psikis (Manuaba, IBG, 1999 : 188). Fisik mengalami ketidaknyamanan seperti rasa kaku dan linu yang dapat terjadi secara tiba-tiba disekujur tubuh. Misalnya pada kepala, leher dan dada bagian atas. Kadang-kadang rasa kaku ini dapat diikuti dengan rasa panas atau dingin, pening, kelelahan, jengkel, resah, cepat marah dan berdebar-debar.
Beberapa gejala psikologis yang menonjol ketika menopause adalah mudah tersinggung, sukar tidur, tertekan, gugup, kesepian, tidak sabar, tegang (tension), cemas dan depresi. Ada juga lansia yang kehilangan harga diri karena menurunnya daya tarik fisik dan seksual mereka tidak dibutuhkan oleh suami dan anak-anak mereka serta kehilangan ferminitas karena fungsi reproduksi yang hilang. Aspek psikologis yang terjadi pada lansia atau wanita menopause sangat penting peranan dalam kehidupan sosial lansia terutama dalam menghadapi masalah-masalah (Zainuddin Kuntjoro, 2007).
Untuk menghindari perubahan dan gejolak jiwa menghadapi klimakterium sampai senium berdasar atas keharmonisan keluarga dan saling pengertian. Di tengah keluaraga yang harmonis kesiapan menerima proses penuaan makin besar tanpa menghadapi gejolak klinis yang berarti (Manuaba, IBG, 1999 ; 192). Motivasi atau dukungan informatif, emosional, penghargaan dan instrumental merupakan cara mengatasi gangguan psikologis pada ibu yang mengalami menopause (Nisa, 2007).
KODE FILE : KBID002.rar
Related posts:
- KTI Kebidanan : “GAMBARAN SIKAP IBU HAMIL TRIMESTER III TENTANG HUBUNGAN SEKSUAL SELAMA KEHAMILAN DI BPS NY. KATMINAH MOJOROTO KEDIRI”
- Skripsi Ekonomi : “ANALISIS HUBUNGAN FAKTOR-FAKTOR MOTIVASI KERJA TERHADAP KEPUASAN KERJA KARYAWAN : STUDI KASUS KARYAWAN RSO PROF. DR. R SOEHARSO SURAKARTA”
- Skripsi Manajemen SDM : “ANALISIS IMPLEMENTASI PERAN KEPEMIMPINAN TOP MANAGER SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI KERJA KARYAWAN DALAM PERSPEKTIF TEORI HIERARKI KEBUTUHAN MASLOW PADA KOPERASI UNIT DESA (KUD) GONDANGLEGI KABUPATEN MALANG”
- Skripsi Manajemen SDM : “PENGARUH MOTIVASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA KOPERASI UNIT DESA (KUD) ARGOPURO (SERBA USAHA) KRUCIL – PROBOLINGGO”
- Skripsi Akuntansi-HUBUNGAN PEMBAGIAN KERJA DAN WEWENANG KARYAWAN TERHADAP PRESTASI KERJA PADA BANK BUKOPIN CABANG PALEMBANG BULAN MEI 2007





