Perusahaan yang menghasilkan suatu produk dalam operasionalnya memerlukan informasi mengenai berapa besar jumlah biaya yang digunakan dalam   menghasilkan produk-produk yang    ditawarkan  kepada     para pelanggannya.   Dengan demikian, peran akuntansi   menjadi   penting untuk mengolah dan memberikan informasi keuangan bagi pimpinan perusahaan, yang akan dipergunakan sebagai dasar dalam perencanaan dan  pengendalian, dan akhirnya pengambilan keputusan manajemen.

Sebagai suatu sistem informasi, akuntansi melaksanakan pengumpulan dan pengolahan data keuangan   perusahaan     untuk  kemudian    hari mengkomunikasikannya  kepada  berbagai  pihak  yang  berkepentingan  agar dapat digunakan sebagai alat bantu dalam mengambil keputusan. Sehubungan dengan itu, diperlukan suatu sistem akuntansi yang andal dan tidak menyesatkan,          sehingga mampu      menyajikan  informasi       tentang  posisi keuangan, kinerja dan arus dana dari suatu unit ekonomi kepada para pengambil keputusan.

Satu  di  antara  beberapa  jenis  informasi  yang  dihasilkan  akuntansi, laporan laba rugi departemental. Bagi sebuah hotel, laporan laba-rugi departemen kamar sangat penting untuk berbagai tujuan. Misalnya untuk perencanaan biaya yang tercermin dalam anggaran biaya, pengendaliannya, serta sebagai masukan untuk pengambilan keputusan keputusan pemasaran.

Sebagaimana diketahui,    sebuah hotel, apalagi hotel yang tergolong berbintang, biasanya menawarkan berbagai   kelas kamar.  Masing-masing kelas yang ditawarkan tentu berbeda tarif-nya. Perbedaan tarif dikarenakan adanya perbedaan  fasilitas kamar atau layanan yang diberikan. Artinya,  biaya operasi  kamar  juga  bisa berbeda antar kelas kamar.

Umumnya pada perusahaan dagang dan manufaktur, secara tradisional komponen biayanya dapat dikelompokkan dalam tiga bagian, yaitu harga pokok  penjuakan  (untuk  perusahaan  dagang)  atau  harga  pokok  produksi (untuk perusahaan manufaktur), biaya administrasi & umum serta biaya pemasaran.  Sedangkan pada industri perhotelan, dipergunakan standar atau sistem akuntansi tersendiri yang disebut dengan Uniform System of Account for   Hotel    (USAH),  yang  pengelompokan      biayanya  berbeda      pula, sebagaimana tercermin dalam laporan laba rugi, yaitu biaya departemental (departemental expenses), biaya yang tidak didistribusikan (undistributed expenses) dan seterusnya. Dengan lain perkataan, berdasarkan USAH, akuntansi  keuangan hotel merupakan akuntansi departemental. Artinya setiap departemen atau divisi hotel melaporkan hasil operasinya selama           periode tertentu, termasuk departemen kamar atau room department yang tugasnya adalah mengelola penjualan kamar-kamar hotel.

Pendapatan departemen kamar diperoleh dari penyediaan kamar akomodasi    (room  sale)  merupakan  penjualan  utama  (primary  sale)  bagi industri  perhotelan.  Untuk  kepuasan  tamu,  juga  disediakan    makanan  dan minuman serta   jasa lainnya seperti fasilitas      telpon, facsimail dan fasilitas

perkantoran  lainnya  (business  center)  serta        laundry,  sehingga  terjadilah penjualan jasa ikutan (drived sale). Selain ditawarkan kepada tamu, hotel menawarkan berbagai jasa ikutan tersebut kepada konsumen umum, yang merupakan penjualan bebas (independent sale)

Menurut USAH, ada tiga kelompok biaya yang mengurangi total pendapatan, hingga menghasilkan laba/rugi sebelum pajak sebuah usaha perhotelan, yaitu biaya departemental, biaya yang tidak didistribusikan (Undistributed         Expenses)  dan biaya    tetap. Dalam  biaya departemen (department  expenses),  umumnya  terkandung  dua  kelompok  biaya,  yaitu harga pokok (cost of sales) dan biaya operasi. Khusus pada departemen kamar, tidak terdapat unsur harga pokok, tetapi hanya biaya operasi, karena itu pula pada Borneo International Hotel, Room Departement Expenses, terdiri dari dua kelompok biaya, yaitu biaya tenaga kerja (gaji dan biaya lainnya yang terkait), serta biaya operasional lainnya.

Dalam     rangka penyediakan kamar-kamar  akomodasi,     Borneo Intenational Hotel membagi beberapa jenis/kelas kamar, yatu: Superior Room, Deluxe Room, Eecutive Club Room, Suite dan President Suite. Masing-masing jenis kamar berbeda tarifnya, mengingat fasilitas yang diberikan juga berbeda dan biaya operasional juga berbeda, sehingga pada akhirnya masing masing kamar   memberikan   konstribusi   laba   departemen   kamar   yang   mungkin berbeda.

Berdasarkan penjelasan tersebut di atas, guna mengetahui    alokasi biaya     masing-masing   jenis kamar  dan konstribusinya terhadap  laba departemen, maka diambil judul penelitian ini: “Analisis Laporan Laba Rugi Departemen  Kamar Pada Borneo International Hotel di Samarinda”.

KODE FILE : SAK005.rar


KLIK DISINI UNTUK MENDAPATKAN PASSWORD FILE

Harap Baca Keterangan ini terlebih dahuluBahanSkripsi.com adalah layanan penyedia Referensi & Bahan Skripsi Semua Jurusan. Layanan ini hanya bermaksud untuk membantu para mahasiswa yang sedang mencari referensi dan bahan skripsi, dan melalui layanan ini kami juga memberikan peluang bagi para mahasiswa (member) untuk memperoleh penghasilan tambahan yang mungkin bisa digunakan atau membantu biaya kuliah dan hidup lewat Program Affiliasi BahanSkripsi.com dengan cara ikut aktif memperkenalkan dan mengajak orang lain untuk bergabung dan mendaftar sebagai Premium Member di BahanSkripsi.com. Adapun jika dikenakan biaya registrasi (Rp. 25.000) agar bisa mendapatkan password file, itu hanya untuk sekedar biaya operasional dan pengelolaan blog ini, dan sebagian dari biaya itu digunakan untuk komisi bagi member dalam program Affiliasi. Semua skripsi yang ada di BahanSkripsi.com adalah skripsi full content, Jangan mengganti, mengedit konten skripsi yang didownload dan mengatas namakan karya anda, harap mencantumkan nama penulis ketika anda menyadur sebagian isi skripsi. Sekali lagi layanan ini hanya bersifat penyedia Referensi & Bahan Skripsi, dan kami tidak mendukung adanya tindakan Plagiat.

Related posts:

  1. PERLAKUAN AKUNTANSI PEMBIAYAAN MURABAHAH :DASAR DAN METODE PENGUKURAN BIAYA DAN LABA OPERASI (STUDI KASUS DI BANK MUAMALAT INDONESIA)
  2. Skripsi Akuntansi-Penerapan Activity Based Costing dalam penentuan harga pokok konstruksi pada pelaksanaan pengecatan di PT “ X “
  3. Skripsi Akuntansi-PEMERIKSAAN PENGENDALIAN INTERN PERSEDIAAN PADA PT. VEDEM PUTRA SAKTI