Saat ini masih banyak perusahaan yang mengukur kinerjanya hanya berdasarkan pada tolak ukur keuangannya saja.  Padahal dalam menghadapi lingkungan bisnis yang semakin kompleks seperti saat ini, pengukuran kinerja yang hanya berdasar pada tolak ukur keuangan sudah tidak lagi memadai karena mempunyai banyak kelemahan, antara lain:

1.   Pemakaian kinerja keuangan sebagai satu-satunya penentu kinerja perusahaan bisa mendorong manajer untuk mengambil tindakan jangka pendek dengan mengorbankan kepentingan jangka panjang.  Misalnya, untuk menaikkan profit atau ROI, seorang manajer bisa saja mengurangi komitmennya terhadap pengembangan atau pelatihan bagi karyawan, termasuk investasi-investasi dalam sistem dan teknologi untuk kepentingan perusahaan masa depan.  Dalam jangka pendek kinerja keuangan meningkat, namun dalam jangka panjang akan menurun.

2.   Diabaikannya aspek pengukuran non-finansial dan intangible asset pada umumnya, baik dari sumber internal maupun eksternal akan memberikan suatu pandangan yang keliru bagi manajer mengenai perusahaan di  masa sekarang terlebih lagi di masa datang.

3.   Kinerja keuangan hanya bertumpu pada kinerja masa lalu dan kurang mampu sepenuhnya untuk menuntun perusahaan kearah tujuan perusahaan.

Agar sukses setiap perusahaan, harus menginvestasikan dan mengelola asset intelektual mereka.  Hal ini disebabkan karena asset intelektual memampukan perusahaan untuk:

-          Membangun hubungan baik dengan konsumen yang akan memelihara kesetiaan dari konsumen yang ada dan memungkinkan segmen konsumen dan area pasar yang baru dapat dilayani dengan efektif dan efisien.

-          Memperkenalkan produk dan jasa inovatif yang diinginkan oleh target segmen konsumen.

-          Memproduksi produk dan jasa yang berkualitas tinggi pada tingkat biaya yang rendah dan dengan waktu tunggu yang singkat.

-          Mengerahkan kemampuan dan motivasi karyawan untuk melakukan peningkatan secara terus menerus dalam kapabilitas proses, kualitas, dan waktu respon.

Dalam hal ini, kesuksesan perusahaan tidak dapat dimotivasi atau diukur dalam jangka pendek dengan model akuntansi keuangan tradisional saja.  Balanced scorecard merupakan kerangka kerja baru untuk mengintegrasikan ukuran yang diperoleh dari strategi.  Dengan tetap mempertahankan ukuran keuangan dari performance sebelumnya, balanced scorecard memperkenalkan driver tambahan yang meliputi konsumen, proses bisnis internal, dan perspektif pembelajaran dan pertumbuhan.

Balanced scorecard lebih dari sekedar sistem pengukuran.  Perusahaan dapat menggunakan balanced scorecard sebagai dasar untuk mengatur kerangka kerja untuk proses manajemen mereka.  Perusahaan dapat membangun balanced scorecard mula-mula dengan tujuan yang terbatas, misalnya untuk mendapatkan klarifikasi, konsensus, dan fokus terhadap strategi mereka, lalu mengkomunikasikan strategi tersebut kepada seluruh anggota perusahaan.

Dengan kata lain, balanced scorecard mendidik manajemen dan organisasi pada umumnya untuk memandang perusahaan dari kurang lebih empat perspektif: keuangan, pelanggan, pembelajaran dan pertumbuhan, serta bisnis internal, yang menghubungkan pengendalian operasional jangka pendek ke dalam visi dan strategi bisnis jangka panjang.

Kekuatan sebenarnya balanced scorecard terjadi saat mentransform sistem pengukuran menjadi sistem manajemen.  Dengan kata lain balanced scorecard dapat digunakan untuk:

1.    Mengklasifikasi dan mendapatkan konsensus (persetujuan) mengenai strategi.

2.   Mengkomunikasikan strategi pada anggota perusahaan.

3.   Menjelaskan tujuan tiap departemen dan individu terhadap strategi.

4.   Menghubungkan tujuan strategis dengan target jangka panjang dan anggaran tahunan.

5.   Mengidentifikasi dan menjelaskan inisiatif strategis.

6.   Melakukan peninjauan strategis secara berkala dan sistematis.

7.   Memperoleh umpan balik untuk mempelajari dan mengembangkan strategi.

Seperti yang telah disebutkan diatas, balanced scorecard mengklasifikasikan pengukuran kinerja ke dalam 4 perspektif, yaitu keuangan, pelanggan, proses bisnis internal, dan pembelajaran dan pertumbuhan.  Keempat perspektif ini menawarkan suatu keseimbangan antara tujuan jangka pendek dan tujuan jangka panjang, yaitu hasil yang diinginkan, pemicu kinerja, dan tolak ukur kinerja.

Berdasarkan kelebihan yang dimiliki balanced scorecard, maka penulis tertarik untuk mengukur kinerja suatu perusahaan dengan menggunakan instrumen-instrumen yang terdapat di dalam balanced scorecard ke dalam skripsi  yang berjudul “Implementasi Balanced Scorecard sebagai alat pengukur kinerja pada PT Bestindo Intiselaras”.

KODE FILE : SAK008.rar


KLIK DISINI UNTUK MENDAPATKAN PASSWORD FILE

Harap Baca Keterangan ini terlebih dahuluBahanSkripsi.com adalah layanan penyedia Referensi & Bahan Skripsi Semua Jurusan. Layanan ini hanya bermaksud untuk membantu para mahasiswa yang sedang mencari referensi dan bahan skripsi, dan melalui layanan ini kami juga memberikan peluang bagi para mahasiswa (member) untuk memperoleh penghasilan tambahan yang mungkin bisa digunakan atau membantu biaya kuliah dan hidup lewat Program Affiliasi BahanSkripsi.com dengan cara ikut aktif memperkenalkan dan mengajak orang lain untuk bergabung dan mendaftar sebagai Premium Member di BahanSkripsi.com. Adapun jika dikenakan biaya registrasi (Rp. 25.000) agar bisa mendapatkan password file, itu hanya untuk sekedar biaya operasional dan pengelolaan blog ini, dan sebagian dari biaya itu digunakan untuk komisi bagi member dalam program Affiliasi. Semua skripsi yang ada di BahanSkripsi.com adalah skripsi full content, Jangan mengganti, mengedit konten skripsi yang didownload dan mengatas namakan karya anda, harap mencantumkan nama penulis ketika anda menyadur sebagian isi skripsi. Sekali lagi layanan ini hanya bersifat penyedia Referensi & Bahan Skripsi, dan kami tidak mendukung adanya tindakan Plagiat.

Related posts:

  1. Skripsi Informatika-Pembangunan Aplikasi Perangkat Lunak Akuntansi Realisasi Anggaran Pemerintahan Daerah Tingkat II
  2. Skripsi Akuntansi : “HUBUNGAN AUDIT OPERASIONAL DAN PENGELOLAAN PERSEDIAAN BARANG DAGANGAN TERHADAP PENINGKATAN LABA PADA PT PUSRI (PERSERO) PALEMBANG BULAN MEI 2007″
  3. Skripsi Akuntansi-PEMERIKSAAN PENGENDALIAN INTERN PERSEDIAAN PADA PT. VEDEM PUTRA SAKTI
  4. Skripsi Hukum-Kode Sumber Website Sebagai Alat Bukti Dalam Tindak Pidana Terorisme di Indonesia (Studi Kasus Website Anshar.net)
  5. Skripsi Akuntansi : “PENDAPATAN BAGI HASIL DAN PERLAKUAN AKUNTANSINYA PADA BANK SYARIAH”